Breaking News
Loading...
Wednesday, June 8, 2016

Sekarang Ini Orang Ngemil Sampai 15 Kali dalam Waktu 15 Jam



Dengan tujuan agar bisa makan lebih sehat dan mengurangi kalori, kita mengganti tiga makanan utama dengan camilan yang lebih sering. Tapi, masalahnya? Jadi keseringan ngemil: menurut studi baru, rata-rata orang saat ini ngemil sampai 15 kali dalam waktu 15 jam.

Surprise, surprise - riset yang sama menemukan bahwa mengunyah tanpa henti tidak ada hubungannya dengan rasa lapar. “Ada cara pintar untuk ngemil,” kata Lisa Young, R.D., Ph.D, penulis The Portion Teller Plan. “Mudah dibawa, bahkan ketika makanan sehat sulit ditemukan.” Selain untuk melebarkan pinggang, makan tanpa henti dapat menimbulkan implikasi kesehatan serius.

Baca Juga : Terapkan Olahraga Ini Untuk Hajar Penyakit Diabetes

Awal dari Camilan

Pada tahun 1950an, camilan dianggap sebagai ‘penghiburan’. “Makan di antara waktu makan utama hanya terjadi pada acara tertentu, seperti makan kue ulang tahun,” kata Barry Popkin, Ph.D., professor nutrisi di University of North Carolina di Chapel Hill.

Seiring berjalannya waktu, banyak ahli mulai menyadari makan hanya tiga kali sehari bukanlah ide yang bagus. Hal ini menyebabkan Anda makan terlalu banyak pada makanan utama yang mengakibatkan penurunan insulin, dan malah akan merangsang nafsu makan.

Camilan dan makanan kecil dapat membantu mengurangi lapar dan menjaga gula darah tetap stabil. Ketika makanan instan bermunculan, membuat Anda tetap dapat mengisi perut namun dapat merusak waktu makan.

Mulut Terbuka Lebar

Tapi kemudian makanan kecil itu menjadi makanan besar. Dan lebih sering. Dan membentuk kebiasaan. “Ketika Anda mengunyah setiap waktu, Anda menjadi tak menyadari jenis dan jumlah makanan yang Anda makan,” kata Lisa.

Survei terbaru dari Nielsen menemukan hampir 60 persen dari Anda mengunyah tanpa sadar. Bahkan jika Anda tetap menjaga makanan sehat, makan terlalu sering akan membuat Anda sulit untuk menjaga kalori.

Jumlah total kalori yang didapatkan dari camilan telah meningkat, mulai kurang dari 300 kalori sehari pada tahun 1970an menjadi 450 kalori saat ini. Perbedaan ini akan bisa meningkat hingga hampir tujuh kilo per tahun!

Baca Juga : Teknik Tanam Buah Organik di Rumah

Tak pernah sadar kalau selera makan dapat memperburuk masalah, kan? Bahkan burger terenak juga dilupakan ketika Anda tidak lapar. Dan ketika Anda merasa tidak puas, Anda akan cenderung ngemil, kata Keri Gans, R.D., penulis The Small Change Diet.

Buruknya, peneliti menemukan, mengisi tubuh dengan kalori dapat menyebabkan hati menyimpan lebih banyak lemak. Dan inilah yang akan mengarahkan pada ketahanan insulin dan meningkat risiko Anda terhadap diabetes tipe 2.

0 komentar :

Post a Comment

 
Toggle Footer